Cerita Lucu (Konyol Version)

6 Agustus 2011 at 06:55 (Tak Berkategori)


‘Pengemis’
Di Lorong sempit di tengah kota nampak 2 pengemis yg sedang mengemis tentunya.

Pengemis 1: “Tuan, Nyonya…berilah kami uang….. 500 boleh 100 juga boleh 100 ribu juga nggak nolak”.
Pengemis 2: “Berilah kami uang tuan, tuan akan kami do’akan semoga cepat kaya !”.

Pengemis 1: “seharian kita mengemis, kok ya ga bisa buat beli mobil ya ? eh…ngomongin soal orang kaya, gue ini sebenarnya keturunan orang kaya Lho-harta peninggalan keluarga kami nggak akan habis dimakan tujuh keturunan !”.

Pengemis 2: “Lha trus kenapa elo jadi kere dan ngemis kaya gini ?”.
Pengemis 1: “Gue keturunan kedelapan !”

‘Kehebatan anjing’
Di sela-sela suatu pertemuan pemuda antar negara terjadi dialog santai antara pemuda Canada, pemuda Inggris dan pemuda Indonesia.
PEMUDA CANADA : “Di Negara tetangga saya, anda tidak bisa membedakan anjing polisi dan pemiliknya”.
PEMUDA INGRRIS & INDONESIA : “Mengapa Begitu ?”
PEMUDA CANADA : “Anjingnya bisa menangkap penjahat seperti polisi, penciuman polisinya untuk mengetahui kejahatan setajam penciuman anjing.”
PEMUDA INGGRIS : “Dinegara tetangga saya, anda tidak bisa membedakan anjing pemburu dan pemiliknya. Karena anjingnya bisa menangkap binatang buruan sehebat majikannya dan pemburunya mempunyai penciuman yang tajam terhadap binatang buruan seperti anjingnya”.
PEMUDA INDONESIA (tak mau kalah) : “Di Negara tetangga saya, anda tidak bisa membedakan anjing pejabat dan pemiliknya.”
PEMUDA INGGRIS & CANADA (heran dan bingung) : “Mengapa Begitu?”
PEMUDA INDONESIA : “Saya tidak begitu jelas, tapi saya sering melihat kedua-dua sering menjilati kaki majikannya.”

‘Gajah mati’
seekor gajah mati disebuah kebun binatang karena usia tua. mendengar itu manajer kebun binatang pun melakukan peninjauan. akhirnya ia menemukan seekor gajah besar seberat 1 ton tergeletak mati, disamping gajah terlihat seorang petugas kebun binatang yang sedang menangis terisak-isak.
“sudah lah pak, memang berat rasanya anda sebagai pawang berpisah dengan gajah yang anda rawat selama bertahun-tahun, lagi pula masih banyak kan gajah-gajah yang lain,” hibur sang manajer.
“tapi saya bukan pawang gajah,” bantah petugas yang menangis itu.
“lho kalau anda bukan pawangnya lalu kenapa anda menangis? anda ini siapa?” kaget sang manajer.
“saya petugas yang disuruh menggali kuburannya,”jawab nya sambil terus menangis.

‘Obat aneh’
Pasien : Dok, tolonglah sembuhkan penyakit saya. Saya sering berjalan di waktu tidur.
Dokter : Ini kotak yang bisa menyelesaikan persoalanmu. Setiap malam, ketika Anda sudah bersiap untuk tidur keluarkan isi kotak itu dan taburkan di lantai sekeliling tempat tidurmu.
Pasien : Kotak apa ini, Dok? apakah sejenis serbuk penenang?
Dokter : Bukan. Ini kotak paku payung.

‘Teh Dingin’
Si Waen dan Wowu yang baru turun gunung, langsung keliling kota jakarta. setelah seharian keliling mereka kehausan, lalu menuju sebuah warung. Waen melihat daftar harga minuman:
-teh dingin = Rp.2000,-
-teh panas = Rp.1000,-
kemudian Si Waen memesan teh panas karena uangnya hanya Rp.1000,-. begitu pesanan teh panas datang, si Waen langsung meminumnya tanpa ditiup/didinginkan dulu, jelas aja dia kepanasan sambil memegangi tenggorokannya.
Si Wowu kaget melihat itu: “kenapa, langsung kamu minum teh yang masih panas itu?”. si Waen menjawab: “Nih lihat!, kalo tehnya udah dingin, harganya Rp.2000,-, mana cukup uangku?”.

‘Saya Jewer’
Dalam suatu apel pagi, seorang komandan sedang mengetes anak buahnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan :
Komandan : “Apa yang kamu lakukan jika kamu berhadapan dengan musuh dalam jumlah yang sangat besar?!!”
Anak buah : “Langsung saya serang pak!!!!”
Komandan : “Salah! Kamu harus melaporkan pada pasukanmu supaya dapat menyerang bersama-sama. Lalu bagaimana jika kamu berhadapan dengan seekor babi hutan yang jinak?!”
Anak buah : “Saya melaporkan pada pasukan saya supaya dapat menyerang bersama-sama pak!”
Komandan : “Salah! Kamu harus men-jewer kupingnya supaya tidak nakal!, Lalu apa yang kamu lakukan jika berhadapan dengan saya?”
Anak buah : “Langsung saya jewer kupingnya pak, biar tidak nakal!!”
Komandan : ??

‘Nyontek’
Pada suatu hari, ayah si Tono dipanggil menghadap Kepala Sekolah karena Tono sering melihat pekerjaan temannya (alias nyontek) pada saat ulangan.
Ayah Tono: Apa buktinya kalau anak saya nyontek?
Kepsek: Salah satu buktinya, ya ini, pada waktu ujian sejarah. Pertanyaan no. 1 : Siapa pengarang buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’? Kedua-duanya menjawab RA. KARTINI.
Ayah Tono: Lha, jawaban kan bisa saja sama karena si Tono kan juga belajar sebelum ulangan.
Kepsek: Ya, bisa saja sama. Tapi coba dong Bapak lihat Pertanyaan ke 2 : Dimana R.A. Kartini dilahirkan? Kedua-duanya menjawab, DI JEPARA.
Ayah Tono: Ah, itu sih kebetulan. Bapak tidak cukup bukti untuk menyatakan anak saya nyontek. Bisa saja malah si Andi yang nyontek pekerjaan anak saya.
Kepsek: Bapak betul, bisa saja itu kebetulan. Tapi coba dong bapak lihat Pertanyaan ke 3 : Tahun berapa terjadi Perang Diponegoro? Andi jawab: Gua enggak tahu, Si Tono jawab: Apalagi gua.
Ayah Tono: ?????

‘Nikah’
Suzy menyampaikan hasrat hatinya kepada bapanya untuk menikah dengan Robert, Jejaka pilihannya yang juga adalah tetangga dan teman sepermainannya sejak kecil.
Suzy: Ayah, Robert melamar saya. Kami mau nikah.
Ayah: Apa? Tidak boleh! Kamu boleh menikah dengan siapa saja kecuali Robert.
Suzy: Tapi mengapa?
Ayah: (Separuh berbisik) Karena Robert sebenarnya adalah abangmu. Tapi, jangan beritahu ibumu ya!
Terkejut dengan jawaban itu, suzy pergi kepada ibunya.
Suzy: Ibu, Ayah melarang saya menikah dengan Robert.
Ibu: Tak usah dengar kata ayah kamu itu. Kamu boleh nikah dengan siapa yang kamu suka termasuk Robert.
Suzi: Tapi kata ayah, Robert itu abang saya. kakak beradik kan tak boleh nikah.
Ibu: (Separuh berbisik) Hmmm…. Ayah kamu pun tak tahu kamu bukan anaknya.
Suzy: Ha!!??!!

‘Nenek Ani’
Nenek Ani dirawat di rumah sakit. Menurut dokter, asmanya sudah semakin parah hingga perlu dipasang saluran oksigen. Sudah beberapa hari dia tidak bicara dan seperti orang koma. Dikira sudah menjelang ajal, anaknya memanggilkan Pak Mudhin (tukang do’a) agar di doakan. Sedang asyik Pak Mudhin berdoa, tiba-tiba muka nenek Ani berubah membiru seolah-olah tidak bernafas. Tangannya menggigil. Dengan menggunakan bahasa isyarat nenek Ani minta diambilkan kertas dan alat tulis. Sisa-sisa tenaga yang ada digunakan oleh nenek Ani untuk menulis sesuatu dan memberi kertas tersebut kepada Pak Mudhin.
Sambil terus berdoa Pak Mudhin langsung menyimpan kertas tersebut tanpa membacanya kerana pikirnya dia tidak sanggup membaca surat wasiat tersebut didepan Ani. Tak lama kemudian nenek Ani meninggal dunia. Pada hari ketujuh meninggalnya nenek Ani, Pak Mudhin diundang untuk datang kerumah Ani.
Selesai memimpin do’a, Pak Mudhin berbicara, “Saudara-saudara sekalian, ini ada surat wasiat dari almarhum nenek Ani yang belum sempat saya sampaikan, yang pasti nasehat untuk anak cucunya semua. Mari kita sama-sama membaca suratnya”.
Pak Mudhin membaca surat tersebut, yang ternyata berbunyi :
“Mudhin jangan berdiri di situ…! Jangan injak selang oksigen aku..!”

‘Nyebut Sep’
Suatu hari, mang Usep, si penjual sayur keliling yang masih muda belia, ditabrak mobil. Si penabrak langsung ngacir meninggalkan si korban yang tergeletak di sisi jalan dan orang2 sekitar yang memaki-maki.
Orang2 segera berkerumun menolong mang Usep, tukang sayur kesayangan mereka. Kondisi mang Usep sangat parah. Darah meleleh di sekujur tubuhnya. Nampaknya ajal sudah dekat. Seorang ibu, tidak tega melihat keadaannya. Beliau mendekat lalu berkata, “Nyebut….Sep…. Nyebut….!” Maksudnya agar mang Usep mengingat nama-Nya di saat2 terakhir.
Mang Usep, dengan kekuatan terakhirnya berusaha menggerakkan bibirnya. Dia lalu berkata dengan nyaring, “SAYUUUUUURRR………”

‘Gali sumur’
Dadang seorang sunda asli bekerja di tempat haji Nasir seorang pemuka Betawi. kebetulan saat itu adalah musim kemarau yang panjang. Sumur haji Nasir sudah kering kerontang, mau tidak mau si Dadang wajib menggali untuk mendapatkan air bersih. waktu makan siang sudah tiba.
” Dang, makan dulu terus sholat dhuhur..!!!” kata haji Nasir
” Tarrrajeeee Pak Hajiiiii….” katanya.
Haji Nasir pergi untuk makan dan sholat. setengah jam lagi dia datang ke sumur yang baru di gali.
” Makan dulu Dang…..!!!” katanya
” Taaaarrraaajeee Pak Haji” seru Datang
Haji nasir heran dan berguman ” Kuat banget nih anak, nggaak rugi gue memperkerjakan die..”
satu jam kemudian pak haji menengok kerjaan dadang, dan berkata hal yang sama. jawaban dadang demikian juga.
Bedug ashar udah kedengaran, Si dadang belum juga keluar dari sumur.
” Dang udah hampir Ashar nih…!!!” Seru Pak Haji.
TAk kedengaran suaranya sekarang. Haji Nasir melongok ke lubang. DADANG PINSAN…………..
Buru-buru diangkat si Dadang dengan bantuan warga kampung situ. setelah sabar dengan wajah dongkol dadang marah-marah ke haji Nasir.
” Pak Haji Pengin Mbunuh saya ya ????”
” LAh Lu gimana sih di minta makan Ntar aje… Ntar aje ….”
” Bukan ntaar aje pak Haji… Taraje (tangga bahasa Sunda) ” jawab Dadang dongkol…………

‘PAIJO & HP BAROE’
Si Paijo yang udik baru aja panen besar pergi ke kota. Dia pengin banget beli handphone. Maka ia pergi ke counter hp.
Paijo : Mbak, saya mau beli hp.
Sales : Ini, Mas.
Paijo : Lo, kok gak nyala?
Sales : O, ini belum ada nomor kartunya, Mas. Mas harus beli kartunya dulu.
Paijo : Ya udah, saya beli kartunya. Kasih nomor cantik ya. (idih, udik kok ngerti nomor cantik?-red)
Seteleh itu pulanglah si Paijo ke kampungnya, tapi dia heran kok gak bisa dipake tuh hp, mak besoknya ia datangi lagi sales tokonya.
Paijo : Kamu ini gimana, kok hp ini gak bisa dipake di kampung saya?
Sales : O, itu karena di kampung Mas belum ada sinyal.
Paijo : La, situ kok nggak bilang kemarin. Ya udah saya beli sinyalnya sekalian, jualan kok sendiri-sendiri gitu

‘Sama Umur’
Sudah lama Budi naksir cewek yang tinggal dikampung sebelah. Ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Cewek itu menerima cinta Budi dengan sepenuh hati, meski “proklamasi cinta” Budi dilakukan di gang sempit pinggir selokan. Sayang, kisah-kasih di selokan itu tidak berjalan mulus.
Orang tua si gadis keberatan karena Budi belum bekerja. Namun keduanya pantang menyerah. Bahkan, setelah beberapa bulan menjalin kasih, Budi memberanikan diri melamar. Ia menemui ayah si gadis. “Pak, kami sudah saling cinta, maka kami akan menikah. Kapan saya boleh menikahi anak bapak?” kata Budi.
Ayah si gadis jelas menolak. Namun untuk berkata terus terang, ia tidak sampai hati. “Begini Nak Budi. Bukan saya keberatan, tapi tunggulah saat yang tepat. Saat ini umur anak saya 20 tahun, umur Nak Budi 24 tahun. Jadi, tunggulah sampai umur kalian sama”, kata si bapak. Kontan saja si Budi langsung Pingsan…

‘Kaya tapi norak’
Pada suatu hari ada orang betawi yg baru jual tanahnya 2 hektar namanya Romli, setelah tanahnya laku dan mendapat duit banyak si Romli ceritanya beli motor balap.
pas keluar dealernya si Romli langsung tancap gas tuh motor sekenceng-kencengnya…. di persimpangan jalan dia ngeliat mobil BMW, tuh mobil langsung dipepet sama si Romli sambil gedor-geduor kaca tuh mobil saqmpe yang punya mobil kaget….. duak…duak..duak…yang punya mobil buka kaca n nanya maksud si Romli
Yg punya mobil : ” ada apaan!?”
Romli : “woy lo punya gak motor kayak gini?”
pikir yang punya mobil,ini orang pera’ bgt mentang2 punya motor balap, dicuekinlah si Romli.. si Romli yg masih penasaran nge-gedor-gedor tuh mobil lagi..
Yg punya mobil :” apaan lagi siiih!!!!”
Romli : ” wooooy looo puuunnnyyyyaaaa gaaaakkkk mottttoooorrrr kkkaaaaayyyyyaaakkkk gggiiiiiinnnnniiiii…..i???” yg punya mobil bt ditanyain mulu langsung banting stir si romli yg lg ngebut nabrak tuh mobil…dan jatuh plus bersimbah darah pula,yg punya mobil merasa iba langsung turun mau nolongin si romli
Yg punya mobil : ” eh..lo gak kenapa2 kan!?”
Romli : ” woy lo punya gak motor kayak gini? gue cuma mao nanya rem-nye dimaneeee…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: